Kisah Malaikat yang Mengkritik Manusia

Alfatih-media.com-Sering kali ketika orang mengkritik pekerjaan orang lain seakan-akan ketika ia menjadi orang lain itu ia akan mampu menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik dan benar. Misalnya ada yang sering mengkritik pekerjaan pemerintah atau presiden dalam mengurus negara. Padahal, belum tentu ia mampu melaksanakan tugas pemerintah atau presiden dengan lebih baik, bahkan bisa saja tugasnya akan jauh lebih buruk.

Prof. Quraish Shihab di dalam bukunya Yang Jenaka dari Quraish Shihab mengatakan “Sikap penonton yang biasanya mempermasalahkan pelaku atau pemain tanpa menyadari bahwa jika sang penonton berada di tempat pemain, maka dia akan melakukan hal serupa, bahkan (mungkin) lebih buruk.”

Sebelum mengatakan hal itu, Prof. Quraish Shihab mengisahkan malaikat yang sering mengkritik manusia sebagai hamba yang suka berbuat kerusakan di bumi sebagai berikut.

Konon, dua kali malaikat mengajukan pertanyaan kepada Tuhan yang mengesankan kemampuan mereka mengelola bumi melebihi kemampuan manusia.

Pertama, ketika Allah menyampaikan kepada mereka rencana-Nya menciptakan manusia. Ketika itu malaikat bertanya, “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu?” Tuhan jawab singkat. “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Allah kemudian menguji mereka melalui manusia pertama yang diciptakanNya (Adam) dengan aneka pertanyaan yang mereka tidak dapat menjawabnya (Baca Q.S. Al-Baqarah/2: 30-32). Mereka pun mengakui ketidak mampuan mereka.

Kedua, ketika manusia telah bertugas di bumi. Para malaikat melihat betapa makhluk pilihan Tuhan itu melakukan aneka pelanggaran. Maka, sekali lagi mereka menampakkan keheranan dan dugaan kemampuannya. Maka Allah memerintahkan mereka memilih dua orang dari jenis mereka untuk bertugas di bumi. Terpilihlah Harut dan Marut. Keduanya dipersilahkan menjalankan tugas-tugas yang serupa dengan tugas-tugas manusia setelah diberi kemampuan dan syahwat yang sama dengan manusia.

Tetapi, belum lagi berlalu sebulan dari keberadaan mereka di bumi, mereka (Harut dan Marut) telah tergoda oleh seorang perempuan. Keduanya merayu perempuan itu, tapi ia (perempuan itu) enggan kecuali jika mereka meminum minuman keras, lalu membunuh. Demikian terlihat kegagalan mereka. Begitu diuraikan antara lain oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya ketika menafsirkan Q.S. Al-Baqarah/2: 102. (sumber:BincangSyariah.Com)

Latest Articles

Comments