Keutamaan Membeli Dagangan Orang yang Lemah

Alfatih-media.com-Masih banyak orang yang sudah tua terpaksa menyambung hidupnya dengan mencari uang sendiri. Bahkan, orang yang memiliki kekurangan fisik pun rela menjadi apapun asalkan tetap bisa bertahan hidup di dunia. Padahal semestinya orang-orang seperti mereka telah memasuki waktu uzur untuk beristirahat, berobat, atau cukup berkumpul dengan anak cucu.

Ketika sedang jalan-jalan, pernahkan kita bertemu nenek-nenek yang menjajakan dagangan mereka? Atau ketika hendak meeting di kantor, adakah yang dengan tidak sengaja melihat bocah yang tak lagi sempurna penglihatannya sedang menjaga dagangannya di pinggir jalan? Fenomena tersebut terbilang sebuah usaha yang memilih berdagang untuk menyambung hidup ketimbang harus jadi pengemis.

Membantu orang yang lemah seperti mereka bisa dilakukan dengan cara gampang, yaitu membantu mereka dengan membeli dagangan mereka, yang kadang kita masih belum membutuhkan. Namun dengan membeli dagangan mereka, kita turut memudahkan mereka untuk menyambung hidupnya. Sebuah sikap yang mulia, yang ternyata menyimpan keutamaan yanng besar.

Merujuk pada perkataan Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya, salah satu contoh bersedekah dengan sembunyi adalah merahasiakan sedekah sehingga tangan kiri seseorang tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.  Pernyataan tersebut senada dengan kita yang mau membantu mereka yang lemah dengan membeli barang dagangannya.  Dalam Tafsir Al Qurthubi, beliau memaparkan:

أن يتصدق على الضعيف المكتسب في صورة الشراء لترويج سلعته أو رفع قيمتها واستحسنه

Dia bersedekah kepada orang lemah yang masih bekerja (bedagang) dalam bentuk membeli dagangannya untuk melariskan barang dagangannya atau membelinya dengan harga yang lebih tinggi dan berbuat baik kepadanya.

Memberli dagangan orang lemah termasuk dalam kategori bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, dan itu lebih baik daripada sedekah yang ditampakkan, karena menyembunyikan sedekah itu lebih jauh dari riya. Selain itu, orang yang menyembunyikan sedekah itu termasuk salah satu orang yang Alah naungi kelak pada suatu hari yang tiada lagi naungan kecuali naungan Allah. Dalam hadis Shahihaian disebutkan:

سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله- وذكر منهم – ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلمَ شمالُه ما

تنفق يمينه

Tujuh orang yang akan Allah naungi pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya –disebutkan salah satunya- seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu menyembunyikannya (tidak menampakkannya) sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (HR Bukhari Muslim)

Hadis di atas hadir sebagai penguat dalam Tafsir Ibn Kastir dalam pembahasan ayat QS Al Baqarah ayat 271. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa sedekah yang disembunyikan itu lebih baik dan Allah akan menghapuskan sebagian kesalahan-kesalahan yang telah lalu.

Akhir kata, membeli dagangan orang lemah yang terhitung sebagai sedekah yang disembunyikan. Dan orang yang bersedekah dengan sembunyi itu akan mendapatkan naungan Allah di akhirat kelak, serta sebagian kesalahannya dimaafkan oleh-Nya. Dengan demikian, membeli dangan orang lemah itu rupanya tidak hanya membantu mereka dalam berusaha menyambung hidupnya, melainkan kita juga mendapatkan beberapa keutamaan dari Allah. (sumber:BincangSyariah.com)

 

 

Latest Articles

Comments