Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

Alfatih-media.com-Dalam Islam, berpuasa di bulan Rajab termasuk perkara yang dianjurkan. Di bulan ini, kita tidak hanya dianjurkan memperbanyak zikir dan istighfar saja, namun juga dianjurkan untuk berpuasa semampu kita. Ada banyak keutamaan berpuasa di bulan Rajab sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama melalui hadis-hadis Nabi Saw.

Pertama, akan mendapatkan minuman dari sungai surga. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam al-Baihaqi dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ نَهْراً يُقَالُ لَهُ رَجَبٌ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضاً مِنَ اللَّبَنِ، وَأَحْلَى مِنَ العَسَلِ، مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ يَوْماً وَاحِداً

سَقَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ

“Sesungguhnya di durga ada sungai yang disebut dengan sungai ‘Rajab.’ Airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai tersebut.”

Kedua, berpuasa pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu pada bulan-bulan haram, di antaranya bulan Rajab, akan mendapatkan pahala beribadah selama 700 tahun. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu ‘Asakir dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

من صام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سبعمائة سنة

“Barasngsiapa berpuasa di bulan haram pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka baginya dicatat seperti beribadah 700 tahun.”

Ketiga, dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam al-Baihaqi dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

من صام من رجب يوما كان كصيام شهر ، ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب الجحيم السبعة ، ومن

صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية ، ومن صام منه عشرة أيام بدلت سيئاته حسنات

“Barasngsiapa berpuasa sehari pada bulan Rajab, maka dia seperti berpuasa sebulan. Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab selama tujuh hari, maka tujuh pintu neraka ditutup untuknya. Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab sebanyak delapan hari, maka delapan pintu surga dibuka untuknya. Barangsiapa berpuasa pada bulan Rajab sebanyak sepuluh hari, maka keburukannya diganti kebaikan.”

Menurut Imam al-Suyuthi dalam kitab al-Hawi li al-Fatawi, ketiga hadis di atas merupakan hadis dhaif yang boleh diriwayatkan untuk fadhailul amal, bukan hadis maudhu’ sebagaimana dikatakan oleh ulama belakangan ini. Karena itu, ketiga hadis di atas bisa dijadikan dalil mengenai keutamaan-keutamaan berpuasa pada bulan Rajab. (sumber:BincangSyariah.Com)

 

Latest Articles

Comments