Ketika Umar bin Khattab Menangis di Hadapan Rasulullah

Alfatih-media.com-Dalam kitab Hayât al-Shahâbah dikisahkan, bahwa suatu ketika Hafs, kawan dekat Umar bin Khattab semasa menjabat khalifah, selalu menolak makan bersamanya. Ia mengkritik makanan khalifah yang terlalu sederhana.

Ia mengatakan, bahwa makanan keluarganya lebih baik dari pada makanan Umar. Umar berkata, “Kalau aku mau, aku dapat menikmati makanan terbaik dan pakaian terindah. Tetapi aku sisakan kesenanganku untuk hari akhir. Astabqî thayyibatî.”

Umar bin Khattab berlaku demikian karena mencontoh sunah Rasulullah saw. Ia kemudain bercerita, “Aku pernah minta izin menemui Rasulullah. Aku mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar.

Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisanku.”

“Mengapa engkau menangis, hai putra Khattâb?” Rasulullah bertanya.

“Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau. Engkau ini Nabi Allah, kekasih-Nya. Ke kayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Padahal di tempat sana, Kisra dan Kaisar duduk di atas kastil emas, berbantalkan sutra.” kata Umar bin Khattab.

Nabi yang mulia berkata, “Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir kita. Perumpamaanku dengan dunia seperti seseorang yang be pergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak dibawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya.”

Demikianlah kisah kesederhanaan Nabi Muhammad Saw dan Umar bin Khattab Ra. Semoga kita semua bisa meniru kesederhanaan mereka. Amiin. (sumber:BincangSyariah.Com)

 

Latest Articles

Comments