Kenapa Merasa Takut dan Tidak Aman

Alfatih-media.com-Berapa banyak di antara kita sering berbicara dusta hanya untuk menarik perhatian orang banyak. Berapa banyak di antara kita jika diberi amanah mengkhianatinya. Berapa banyak di antara kita jika bersumpah dan berjanji dengan janji-janji manis yang diingkari, dan jika berselisih berkata tidak baik dan mencela? Suatu ketika Umar Ibn Abdul ‘Aziz jalan cukup cepat, sehingga banyak yang bertanya, apa gerangan yang membuat Umar bergegas?

Ia mengetahui siapa yang tidak merasa takut kepada Allah di dunia, maka ia akan ditakut- takuti pada hari Kiamat.

Apakah kita pernah duduk sendiri sambil introspeksi, muhasabah diri, membayangkan keadaan kita di atas jembatan shirat? Shirat yang hitam, keadaan sekitar yang gelap dan api neraka yang menyala-nyala, sunggguh keadaan yang gelap dan sangat gelap“. … (dan) barangsiapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun” (Q.S. An-Nur: 40).

Apakah nanti kita membayangkan keadaan kita saat itu? Lalu kita mendengar suara teriakan dari neraka? Pertama kali kita meletakkan kaki di shirat kemudian engkau angkat kaki yang lainnya.

Apakah nanti kita mampu bertahan meniti shirat atau akan terjatuh seperti kebanyakan orang yang mengikuti syahwatnya? Kemudian terdengar ,”orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (Q.S. Al-Hajj: 19).

Renungkanlah jika itu terjadi dengan diri kita sendiri terkena api neraka yang sangat panas. Wal ‘Iyaazhu Billah

Ketika kita mengenang tentang surga, mengenang akan istana-istana, lalu salah satu di antara kita duduk di atas dipan – dipan yang tersusun rapi, mengapa? Karena kita sudah memenuhi janji Allah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya”. (Q.S. Al-Baqarah : 80).

Iman, hijrah kepada kebaikan dan jihad di jalan Allah, adalah sifat yang diharapkan oleh orang-orang yang mengharap keutamaan dan rida dari Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (Q.S. Fathir: 29). (Lihat: Sahirul Layali Fi Riyadlil Jannah, h. 255 -256).

Membaca Alquran, infak di jalan Allah, salat berjamaah di masjid, itulah perniagan dengan Allah yang tidak akan pernah rugi.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah mengunjungi seorang anak muda menjelang kematiannya, Rasulullah bertanya: “bagaimana dirimu? Pemuda itu menjawab,

وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنِّي أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ

عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ

“Wahai Rasulullah saya mengharap rahmat dari Allah dan saya sangat takut dengan dosa- dosa yang saya perbuat, Rasulullah bersabda: “tidaklah terkumpul pada jiwa seseorang dua hal rasa harap dan takut pada keadaan seperti ini kecuali Allah akan mengabulkan doa; yang Ia harapkan dan kemananan yang ia takutkan”. (H.R. Tirmidzi dalam sunannya, Jilid: 3/311).

Semoga Allah menjaga kita dan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Amiin. (sumber:bincangsyariah)

 

Latest Articles

Comments