Kata Nabi Ini Lima Orang yang Termasuk Syuhada’

Salah satu yang dijanjikan Allah swt. surga adalah para syuhada’. Syuhada merupakan bentuk jama’ atau plural dari kata syahid, yakni orang yang mati dalam medan pertempuran membela agama Allah. Namun nabi saw. di dalam salah satu hadisnya mengatakan bahwa para syuhada’ atau syahid bukanlah mereka yang mati dalam peperangan saja.

Hadis tersebut adalah sebagai berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. روا البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Syuhada’ (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, yakni orang yang mati karena terkena wabah, sakit perut, tenggelam, keruntuhan bangunan, dan mati yang syahid di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kata Syahid berasal dari kata syahada yang artinya menyaksikan. Sedangkan kata syahid sendiri bisa menempati posisi fail atau maf’ul. Yakni syahid bisa berarti fail (pelaku), karena dia menyaksikan tempatnya sebelum ia mati (sudah terlihat gambaran surga alias lillahi ta’ala). Syahid juga bisa berarti maf’ul atau objek yakni ia disaksikan oleh para malaikat secara langsung. Hal ini sebagaimana yang diterangkan oleh imam Al-Mubarakfuri di dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi.

Menurut imam Nawawi di dalam kitab syarah Shahih Muslim mengatakan bahwa orang yang mati syahid atau para syuhada’ itu ada tiga macam kategorinya.

Pertama adalah syahid dunia dan akhirat. Yakni mereka yang terbunuh ketika memerangi orang-orang kafir atau ikhlas membela agama Allah, bukan didasari niat keduniaan.

Kedua adalah syahid akhiratnya saja. Yakni mereka yang telah tersebut di dalam hadis di atas. Mati karena terkena wabah, sakit perut, tenggelam dan keruntuhan bangunan. Imam Nawawi juga menambahkan orang yang termasuk dalam kategori ini berdasarkan riwayata hadis lain. Yakni orang yang mati karena kebakaran, wanita hamil yang mati ketika proses persalinan, orang yang mati karena mempertahankan hartanya yang akan dirampas, atau karena untuk membela keluarga. Mereka termasuk mati syahid karena kematian yang mereka alami sangat tragis dan penderitaan atau rasa sakit yang mereka rasakan banyak sekali. Namun jenazah mereka tetap dimandikan, dikafani dan dishalati, tidak seperti syahid karena berperang di jalan Allah swt.

Ketiga adalah syahid di dunia saja. yakni mereka yang tujuan berperang hanyalah agar mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang dari musuh). Sehingga niatnya tidak tulus dan murni membela agama Allah. Maka, meskipun di dunia ia dianggap mati syahid karena memang ia ikut berperang, namun di akhirat ia tidak dianggap mati syahid.

Sabda Nabi saw. tentang orang-orang yang termasuk syuhada’ atau syahid tersebut tidaklah membatasi. Masih banyak teks-teks hadis lain yang mengindikasikan orang-orang yang dianggap mati syahid dan di antaranya telah diterangkan di atas. Wa Allahu A’lam bis Shawab. (sumber:bincangsyariah)

 

Latest Articles

Comments