Kampus 4 UINSU Diresmikan, Menag Tekankan PTKI Harus Terus Bentengi Diri Dari Fenomena Radikalisme

MEDAN (alfatih-media.com)- Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menekankan pentingnya kampus PTKI  (Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam) untuk terus membentengi diri dari fenomena radikalisme yang justru tumbuh di kampus-kampus negeri, utamanya kampus yang telah bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri).

Apalah artinya gedung dan kampus dengan sarana yang bagus kalau pada akhirnya mencetak anak didik yang justru membenci negaranya sendiri, menebarkan hoaks apalagi terlibat dalam persoalan radikalisme. Sebagaimana laporan dari BNPT belakangan ini, kampus PTU (Perguruan Tinggi Umum) dan ada juga laporan yang mensinyalir bahwa beberapa civitasakademika PTKIN juga sudah mulai terpapar dengan paham-paham radikalisme ini,” kata Menag melalui Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali MAg pada peresmian Kampus 4 UIN Sumatera Utara dan Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Musannif, Tuntungan, Deli Serdang, Kamis (25/2/2021).

Menag berharap, agar pimpinan PTKIN mampu menjaga DNA PTKIN yang khas, yaitu menjaga pemahaman Islam wasathiyyah.

Model Islam wasathiyyah ini tidak bisa lagi hanya diseminarkan atau kuliah umum seperti ini, tapi harus juga dapat disisipkan dalam kurikulum PTKIyang mampu memperkuat paham Islam rahmatan lil ‘alamin.  Barang yang haq jika tidak dikelola dengan baik akan kalah dengan barang batil yang dikelola secara apik (alhaqqubila nidhomyughlibuhulbathilbinidhom). Gunakan resources dan amanah yang Anda emban sekarang ini untuk memaksimalkan penguatan Islam yang menebarkan kedamaian (dienul salam),” tuturnya.

Dia menyebutkan, pemahaman itu ditanamkan agar mahasiswa komitmen kebangsaan yang ditunjukkan sejauh mana kita mentaati konstitusi yakni undang-undang dasar 1945 dan juga regulasi regulasi yang dikeluarkan oleh negara.

“Jika kalau ada orang rakyat masyarakat yang melanggar konstitusi ini, sudah melenceng dari moderasi beragama. Artinya sudah terpapar paham radikalisme. Yang kedua adalah toleransi, jadi kita berada pada aneka ragam budaya karena itu kita harus mengedepankan toleransi salah satu bentuk memperkuat kebangsaan adalah menentukan toleransi, yang ketiga adalah anti kekerasan. Kampanyekan dan kita sosialisasikan ke publik,” ujarnya.

Turut hadir pada acara itu, Gubsu Edy Rahmayadi, Wagubsu Musa Rajekshah, Wakil Bupati Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar, Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap MA, Ketua Umum MUI Sumut Dr, Maratua Simanjuntak, Musa Idishah mewakili keluarga besar H Anif, para rektor perguruan tinggi di Sumut, Ketua Umum MABMI Syamsul Arifin, mantan Wali Kota Medan Abdillah dan civitas akademika UIN Sumut.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berharap, kedepan Universitas Islam Internasional Sumatera Utara bisa berdiri. Hal itu didasari bahwa Islam di dunia ini yang terbesar adalah Indonesia.

“Alhamdulillah, satu aja masjid kata guru ngaji saya kita bangun, nanti di akhirat udah disiapkan istana, bayangkan jika 99 masjid, bisalah kita menumpang. Dan Insha Allah, saya akan ikut mewakafkan diri saya ikut serta bersama bapak Anif untuk kemaslahatan ini,” ucap Gubsu.

Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan Presiden Joko Widodo, Menteri Agama RI, Gubsu, Wagubsu dan pemerintah Kabupaten Deliserdang serta itu Islamic Development Bank dalam pembangunan kampus 4 UIN Sumut yang bertujuan untuk investasi manusia dalam rangka pencerdasan kehidupan bangsa.

Prof Syahrin menjelaskan, kampus 4 UIN Sumut akan mengoperasikan 4 fakultas yakni, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Sosial ilmu serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

“Empat fakultas ini bukan ilmu barat, tapi adalah ilmu. 4 bidang ilmu yang dikembangkan di kampus baru ini juga terkadang menjadi biang dari terjadinya sekularisasi ilmu pengetahuan dunia. Oleh karenanya kami berjanji ilmu-ilmu ini akan kami tunjukkan kepada Tuhan yang  Maha Kuasa dengan paradigma ilmu karena tidak ada pemisahan antara ilmu yang disebut umum dan ilmu yang disebut agama tapi kita satukan dalam Islamic sains dan Islamic studies,” jelasnya.

Dia berharap, pembangunan masjid yang segera dilaksanakan agar bangunannya sejajar dengan gedung kampus 4. “Pesan Nabi Muhammad, jangan lebih mewah rumahmu daripada masjid. Kami juga memohon kepada bapak H Anif agar nama masjid nanti Masjid Kampus Al Musannif,” harapnya.

Musa Rajekshah yang mewakili Dewan Penyantun UINSU, H Anif, berharap, agar pembangunan masjid tersebut segera dilaksanakan agar bisa dimanfaatkan bukan hanya mahasiswa, tetapi juga umat Islam yang ada di sekitar kampus.

“Pada saat pak rektor bersilaturahmi, beliau menyampaikan akan meresmikan kampus yang baru dan di kampus ini belum ada masjid. Tapi, lahannya sudah disiapkan untuk masjid. Pada kesempatan itu, orangtua saya menyampaikan, jika diijinkan ingin menyumbangkan untuk pembangunan masjid di kampus UIN Sumatera Utara yang ada di Tuntungan. Lalu pak rektor mengaminkan dan mengizinkan. Kami terima kasih sebesar-besarnya ,” ujar Ijeck yang juga Wakil Gubsu tersebut.

Pada kesempatan itu, Sekjen Kemenag RI Prof Dr Nizar Ali bersama Rektor UIN SU Prof Dr Syahrin Harahap, Gubsu, Wagubsu dan keluarga H Anif yang diwakili Musa Idishah menandatangani prasasti dan peletakan batu pertama pembangunan masjid serta peresmian kampus 4 UIN Sumut. (ef/foto:ist)

 

Latest Articles

Comments