Jenis Ikan Paling Sehat untuk Disantap

Alfatih-media.com-Ikan adalah makanan laut yang dianjurkan untuk masuk dalam menu makan sehari-hari. Bahkan, menurut American Heart Association (AHA), makan ikan dua kali seminggu bisa menurunkan risiko stroke. AHA juga merekomendasikan untuk mengonsumsi 3,5 gram ikan yang tidak digoreng setiap porsinya. Akan tetapi, di antara sekian banyak jenisnya, ada beberapa ikan paling sehat untuk dikonsumsi. Berikut jenis ikan paling sehat untuk kesehatan:

1. Salmon

Semua jenis salmon mengandung asam lemak omega 3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Selain asam lemak omega 3, salmon juga termasuk sumber vitamin D dan kalsium yang baik untuk menunjang kesehatan tulang.

Salmon juga mengandung selenium yang membantu mendukung metabolisme tubuh. Tak hanya itu, kandungan vitamin B12 yang terdapat pada salmon juga sangat baik untuk kesehatan otak dan tubuh Anda.

Namun, salmon yang ditangkap secara liar ternyata jauh lebih sehat dibandingkan dengan salmon yang dibudidayakan sendiri. Salmon yang lepas bebas di lautan mengandung lebih banyak omega 3, vitamin, dan mengandung lebih sedikit lemak jenuh.

2. Sarden

Sarden termasuk ikan berminyak yang kaya akan nutrisi. Dalam ikan sarden terkandung kalsium, zat besi, selenium, protein, vitamin B12, dan asam lemak omega 3. Selain itu, sarden juga termasuk salah satu sumber kalsium dan vitamin D alternatif yang sangat baik untuk Anda yang memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa.

Meski lebih sehat jika dikonsumsi dalam bentuk segar, Anda pasti lebih kenal dengan sarden kalengan yang ada di supermarket. Sebelum membeli sarden kalengan, Anda harus membaca label kemasan dengan hati-hati. Pastikan kandungan minyak tambahan dan natriumnya tidak terlalu berlebihan.

3. Tuna

Tuna termasuk salah satu ikan yang kaya akan protein, asam lemak omega 3, dan selenium. Tuna mengandung mineral selenium dalam bentuk selenoneine. Bentuk selenium ini memegang peranan penting dalam kesehatan yaitu antioksidan dan melindungi sel darah merah dari kerusakan radikal bebas. Selain itu, selenium juga ternyata mampu mengikat senyawa merkuri di dalam tubuh ikan sehingga mengurangi bahayanya jika dikonsumsi oleh manusia.

Tidak semua tuna mengandung merkuri yang tinggi. Namun, tetap saja wanita hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak cenderung lebih rentan terhadap merkuri yang dapat merusak perkembangan sistem saraf. Oleh karenanya, porsinya perlu dibatasi yaitu sekitar dua porsi ikan per minggu.

Pilihlah tuna kalengan karena memiliki lebih sedikit merkuri dibandingkan dengan tuna segar atau beku. Selain itu, dibandingkan dengan tuna putih kalengan (albacore), pilihlah light canned tuna karena mengandung lebih sedikit merkuri. (sumber:hellosehat)

Latest Articles

Comments