Jelang Lebaran, Kebutuhan BBM dan Elpiji Diprediksi Naik

MEDAN (alfatih-media.com)-PT Pertamina MOR I memprediksi ada kenaikan kebutuhan bahan bakar minyak di Sumatera Utara (Sumut) hingga 2 persen menjelang lebaran tahun ini. Sementara kebutuhan bahan bakar diesel diprediksi turun 2 persen. Oleh karenanya, Satuan tugas  Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mulai siaga menyiapkan kebutuhan BBM, elpiji dan avtur.

"Kami memprediksi kenaikan kebutuhan bahan bakar minyak di Sumatera Utara (Sumut) sebesar 12 persen. Sementara kebutuhan bahan bakar diesel diprediksi turun 2 persen, dampak pembatasan operasional kendaraan industri," terang Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, kemarin.

Dia menyebutkan, kategori BBM berkualitas, Pertamax Turbo diprediksi mengalami persentase peningkatan tertinggi 28 persen. Diikuti Pertalite dan Pertamax sebesar masing-masing 11 persen. Sedangkan Pemium diperkirakan meningkat 12 persen. Atau sebesar hampir 1.400 Kilo Liter (KL) per hari.

Untuk kategori bahan bakar diesel, konsumsi biosolar diestimasi turun 1 persen. Kendati demikian, Pertamina Dex justru meningkat 82 persen.

"Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM, kami menyiapkan SPBU kantong di 8 lokasi. Lima diantaranya di Sumut yaitu di SPBU 14224307 Kab. Tapanuli Utara, SPBU 14222308 Kab. Humbang Hasundutan, SPBU 14227312 Kodya Padang Sidempuan, SPBU 14221286 Kab. Karo, dan SPBU 14211214 Kab. Simalungun. Pertamina MOR I juga menyiagakan dua SPBU Modular di jalur tol Medan – Tebingtinggi," ujar Roby.

Selain elpiji, lanjut Roby, Satgas Rafi mengestimasi penambahan konsumsi elpiji 3 kg subsidi sebesar 9 persen. Atau setara dengan hampir 416.500 tabung per hari untuk Sumut. Penambahan konsumsi pun diperkirakan terjadi pada epiji non subsidi seperti Bright Gas. Konsumsinya diestimasi sebesar 24.000 tabung per hari atau meningkat 10 persen dari konsumsi normal.

Namun, depot, agen dan pangkalan elpiji akan tetap melayani konsumen meski di hari libur. Disamping itu, disiapkan cadangan pasokan dan operasi pasar jika diperlukan. Sementara itu, untuk kebutuhan avtur, diperkirakan terjadi peningkatan konsumsi sebesar 5 persen pada H-4 hingga H-2 lebaran. Pada saat arus balik di H+2 sampai H+3 lebaran, diprediksi peningkatan sebesar 7 persen.

Namun secara keseluruhan, konsumsi avtur Januari hingga Mei 2019 mencatat penurunan sebesar 21 persen. Hal ini disebabkan berkurangnya jumlah penerbangan dari maskapai.

"Kami menghimbau masyarakat untuk membeli BBM di SPBU dan elpiji di pangkalan resmi Pertamina dengan harga standar. Stok tersedia mencukupi, karena rata-rata ketahanan stok mencapai lebih dari 20 hari," ujar Roby. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments