Jajal Fitur Baru Bis, Hino Rekomendasikan Dex

MEDAN (alfatih-media.com)-PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) menjajal fitur baru Retarder Transmission di jajaran produk bis tipe RN 285, R 260 & 110 SDBL. Fitur ini membantu proses pengereman menjadi lebih aman dan nyaman bagi penumpang, dan juga bagi pengemudi. Ketiga bis Hino digeber dalam ajang road test melewati jalur Medan ke Sibolangi, bekerja sama dengan Pertamina dan Pertamina Dex.

Manager Customer & Technical Service, Remigius Choerniadi Tomi, mengungkapkan, pengaruh Dex terhadap performa mesin bis Hino.

“Pertamina Dex bikin mesin bis jadi lebih bertenaga, namun dengan penggunaan yang efisien. Cocok buat pengguna kendaraan diesel yang mengingingkan pengalaman berkendara dengan performa maksimal dan powerful.  Namun dengan penggunaan bahan bakar yang hemat,” ungkap Remigius.

Pertamina Dex adalah bahan bakar diesel unggulan Pertamina. Produk ini punya cetane number (CN) tertinggi sebesar 53. Alhasil pembakaran yang terjadi pun lebih sempurna dan efisien. Bahan bakar ini pun sudah memenuhi standar Euro 3.

Senada dengan Remigius, Deputy General Manager Product Planning HMSI, Prasetyo Adi Yudho, mengungkapkan Hino menetapkan Pertamina Dex sebagai bahan bakar standard factory filling. Factory filling adalah pengisian bahan bakar untuk kendaraan sebelum disampaikan kepada konsumen.

“Selama ini, Hino terus mengedukasi pelanggannya agar menggunakan Pertamina Dex. Karena bahan bakar yang ramah lingkungan dengan emisi gas buang yang lebih bersih. Serta membuat performa Hino menjadi lebih bagus di lapangan,” ujar Prasetyo.

Sementara itu, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mengapresiasi kepada PT HMSI yang terus berkomitmen menggunakan Pertamina Dex.

“Kami berterima kasih sekaligus bangga, bahwa pabrikan sekelas Hino menggunakan Pertamina Dex sebagai standard factory filling,” tutur Roby.

Animo konsumen atas Pertamina Dex, tambah Roby, cukup positif. Hingga Agustus 2019, rata-rata konsumsi Dex di wilayah MOR I per bulannya mencapai hampir 500 ribu liter. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments