Inilah Sosok Manusia yang Tak Bisa Dikalahkan Setan

Alfatih-media.com-Setan adalah satu-satunya makhluk Allah yang tak pernah henti mengobarkan bendera permusuhan diantara manusia sampai hari kiamat tiba. Setan terus berusahan menjauhkan orang islam dari ajarannya, menyebarkan kerusakan, kekejian dan juga berbagai kemaksiatan lainnya di muka bumi. Strategi dan konsep setan untuk mengalahkan  manusia itu banyak sekali. Ragamnya banyak ditemukan sejak diciptakannya Nabi Adam sampai sekarang.

Bisa dibilang jika pekerjaan setan hanyalah menggoda dan menyesatkan manusia. Dengan strategi dan konsepnya, setan bisa menjerumuskan manusia ke dalam berbagai jurang kemaksiatan yang beragam. Dalam QS Al A’raf ayat 16-17 dikisahkan bahwa setan dengan bangganya berbicara kepada Allah:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ

شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Setan menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Setan memang memiliki perangkat yang lengkap dalam menyusun strategi dan konsepnya. Keberadaannya yang tak terlihat menyulitkan manusia untuk mendeteksi keberadaannya. Bahkan seringkali terdengar bahwa setan jauh lebih kuat dari namun.  Setan memiliki banyak cara untuk bisa mengalahkan manusia, namun setan  tak memiliki kekuatan sedikitpun di hadapan orang yang ikhlas. Dalam QS Al Hjr ayat 39-40 termaktub sebagai berikut:

   قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَإِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Setan berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”

Dalam ayat tersebut terkuak sosok manusia yang tak terkalahkan oleh setan. Tak salah dan tak lain adalah orang yang ikhlas yang terus terhubung hatinya kepada Allah dan berpegang teguh dengan kitab dan sunah Nabi-Nya (mukhlis). Ayat tersebut merupakan sebuah pengakuan jujur dari setan yang memang tak mampu mengalahkan dan menyesatkan orang-orang yang ikhlas.

Dalam kitab Tazkiyatun Nufus wa Tarbiyatuha Kama Yuqarriruhu Ulama As Salaf, disebutkan bahwa  ikhlas ialah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan atau mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Al Khaliq.

Dengan demikian, dalam kadar mukhlish, setan sudah menyerah dan tidak bisa lagi berhasil mengalahkan dan mengganggunya karena orang itu langsung di-back up Allah. Berbagai keterangan dalam ayat Al Qur’an menyebutkan dalam hal orang-orang yang sudah sampai di maqam mukhlish, setan sudah tidak berdaya lagi mengalahkan dan menggodanya, sebagaimana pernyataan iblis yang QS Al Hijr. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments