Ini Keutamaan dan Hikmah Kesunahan Puasa Asyura

Alfatih-media.com-Sejak beberapa hari lalu, kita sudah berada di tahun yang baru. Selamat bagi yang diberi taufiq untuk melakukan kesunahan akhir dan awal tahun kemarin, bagi yang kelewatan amalan di akhir dan awal tahun kemarin, tidak perlu resah. Masih banyak amalan yang bisa dilakukan di bulan mulia ini.

Secara umum, puasa adalah salah satu ibadah yang dianjurkan di Muharam. Karena Muharram adalah bulan yang paling utama untuk berpuasa, setelah Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam Kanz al-Najah wa al-Surur. Maka urutannya seperti ini.

  1. Ramadhan
  2. Muharram
  3. Rajab
  4. Dzulhijjah
  5. Dzulqa’dah
  6. Sya’ban

Namun, pada 10 hari awal lebih dianjurkan dibanding hari-hari setelahnya. Dan yang paling dianjurkan adalah hari ke 9 (tasu’a), hari ke 10 (‘Asyura), dan hari ke 11. Puasa Tasu’a ini dianjurkan karena hadis Nabi Saw

لَئِنْ بَقَيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ

Andai tahun depan aku masih diberi kesempatan, aku akan berpuasa di hari ke 9 bulan Muharrom

Akan tetapi pada bulan Muharram tahun berikutnya, Nabi sudah wafat. Hikmah dari puasa Tasu’a (hari ke 9) dan hari ke 11 adalah untuk membedakan puasa orang Islam dengan Yahudi, karena Yahudi pun berpuasa di bulan Muharram, namun hanya pada hari ke 10, maka hari ke 9 dianjurkan pula agar tidak sama dengan orang Yahudi. dalam hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا، أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

Berpuasalah di hari ‘Asyura dan buatlah berbeda dengan puasa orang Yahudi, berpuasalah di hari sebelumnya (hari ke 9) atau hari setelahnya (hari ke 11)

Selain itu, puasa di hari ke 9 dan ke 11 adalah bentuk kehati-hatian (ihthiyath) barangkali sebenarnya hari ‘Asyura (hari ke 10) jatuh pada hari itu (hari ke 9/11), karena bisa jadi penghitungan hisab atau ru’yah pada awal bulan keliru, misalkan pada hakikatnya awal Muharram jatuh pada hari Selasa, tapi hitungan hisab atau rukyatul hilal menetapkan awal Muharram jatuh pada hari Senin atau Rabu.

Selanjutnya puasa Asyura, hari ke 10 bulan Muharram ini seolah menjadi hari raya bagi orang Yahudi, hingga mereka berpuasa di hari itu untuk memperingati selamatnya  Musa As dan pengikutnya serta tenggelamnya Fir’aun dan pengikutnya. Lalu setelah Nabi hijrah ke Madinah, beliau bersabda “Kami (orang Islam) lebih berhak atas Musa As dari kalian (Yahudi)” lalu Nabi menganjurkan puasa di hari tersebut, selain itu Nabi Saw juga bersabda.

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Dan puasa ‘Asyura, saya berharap Allah akan mengampuni dosa satu tahun yang telah lalu

Berbeda dengan puasa Arafah yang melebur dosa dua tahun (1 tahun lalu dan 1 tahun berikutnya), puasa Asyura hanya melebur dosa 1 tahun lalu. Ini dikarenakan hari Arafah adalah hari istimewa yang dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad Saw, sedangkan ‘Asyura selain menjadi harinya umat Islam juga menjadi hari bagi orang Yahudi. Maka, keutamaan hari yang khusus untuk umat Islam lebih tinggi dari hari lainnya. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments