Ini Jumlah Rakaat Shalat Tahiyatul Masjid

Alfatih-media.com-Pada umumnya, ketika kita melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid, kita hanya melaksanakannya sebanyak dua rakaat. Jarang kita melaksanakannya lebih dari dua rakaat. Sebenarnya, bagaimana hukum melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid lebih dari dua rakaat dan berapa jumlah maksimal rakaatnya?

Semua ulama sepakat bahwa jumlah minimal dari shalat Tahiyatul Masjid adalah dua rakaat. Ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Qatadah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersada;

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.”

Adapun mengenai jumlah maksimalnya, para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah, jumlah maksimal rakaat shalat Tahiyatul Masjid tidak ada batasnya. Oleh karena itu, kita boleh melakukan shalat Tahiyatul Masjid sebanyak mungkin, tanpa dibatasi oleh jumlah tertentu. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah berikut;

إذا دخل المصلي مسجداً، فإنه يسن له أن يصلي ركعتين بنية تحية المسجد، وله أن يزيد ما شاء بهذه النية

باتفاق الشافعية، والحنابلة

“Jika orang shalat masuk masjid, maka disunahkan baginya untuk melaksanakan shalat dua rakaat dengan niat Tahiyatul Masjid. Dan dia boleh menambah sesukanya dengan niat Tahiyatul Masjid ini dengan kesepakatan ulama Syafiiyah dan Hanabilah.”

Menurut ulama Hanafiyah, jumlah maksimah rakaat Tahiyatul Masjid adalah empat rakaat dan tidak boleh menambah dari empat rakaat. Menurut mereka, melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid dengan jumlah empat rakaat lebih utama dibanding dengan hanya dua rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah berikut;

الحنفية قالوا: تحية المسجد ركعتان، أو أربع وهي أفضل من الاثنتين؛ ولا يزيد على ذلك بنية تحية المسجد.

“Ulama Hanafiyah berkata, ‘Tahiyatul Masjid adalah dua rakaat atau empat. Dan empat rakaat lebih utaman dibanding dua rakaat. Seseorang tidak boleh menambah dari empat rakaat dengan niat Tahiyatul Masjid.”

Sementara menurut ulama Malikiyah, jumlah maksimal rakaat Tahiyatul Masjid adalah dua rakaat, tidak boleh melakukan menambah dari dua rakaat. Disebutkan dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah berikut;

المالكية قالوا: تحية المسجد ركعتان بدون زيادة

“Ulama Malikiyah berkata, ‘Tahiyatul Masjid adalah dua rakaat tanpa ada tambahan.” (sumber:BincangSyariah.Com)

Latest Articles

Comments