Hukum Membunuh Binatang Serangga

Alfatih-media.com-Dalam fiqih, binatang serangga lebih dikenal dengan sebutan hasyaratul ardhi, atau binatang yang hidup marayap di tanah. Secara umum, binatang serangga memiliki tiga bagian utama, yaitu kepala, dada dan perut. Bagaimana hukum membunuh binatang serangga dalam Islam, apakah dibolehkan atau dilarang?

Menurut ulama Syafiiyah, sebagaimana disebutkan dalam kitab Almausu’ah Alfiqhiyah, hukum membunuh binatang serangga dibagi tiga. Berikut ketiga hukum tersebut beserta perinciannya;

Pertama, dianjurkan untuk dibunuh. Kriteria binatang serangga yang dianjurkan untuk dibunuh adalah binatang yang memang aslinya bisa menyakiti manusia. Misalnya, ular dan binatang berbahaya lainnya. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Saw. bersabda;

خَمْسُ فَوَاسِقَ يُقْتَلْنَ فِي اْلحِلِّ وَاْلحَرَم: الحَيَّةُ وَاْلغُرَابُ اْلأَبْقَع، وَالفَأْرَةُ، وَالكَلْبُ اْلعَقُوْرُ، وَاْلحَدَيَا

“Ada lima hewan berbahaya yang boleh dibunuh, baik di tanah suci maupun selainnya: ular, gagak belang, tikus, anjing gila, dan burung rajawali.”

Kedua, tidak diajurkan untuk dibunuh, namun tidak dilarang jika bunuh. Kriteria binatang ini adalah binatang yang ada manfaat sekaligus mudaratnya.

Ketiga, makruh dibunuh. Kriteria binatang ini adalah tidak jelas manfaat dan mudaratnya, seperti kumbang, ketam dan lain sebagainya.

Adapun ulama Malikiyah mengatakan bahwa membunuh binatang serangga dibolehkan jika bertujuan untuk menghindari bahaya binatang tersebut. Jika tidak bertujuan agar terhindar dari bahaya, maka dilarang membunuh binatang sembarangan, termasuk binatang yang boleh dibunuh seperti ular dan lainnya. Disebutkan dalam kitab Almausu’ah Alfiqhiyah berikut;

وقد ذهب الحنفية والمالكية إلى جواز قتل الحشرات، لكن المالكية شرطوا لجواز قتل الحشرات المؤذية أن يقصد القاتل بالقتل دفع الإيذاء لا العبث، وإلا منع حتى الفواسق الخمس التي يباح قتلها في الحل والحرم

“Ulama Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa boleh membunuh binatang serangga. Namun demikian, ulama Malikiyah mensyaratkan kebolehan membunuh binatang serangga yang berbahaya jika yang membunuh tersebut bertujuan agar terhindar dari bahaya, bukan main-main. Jika tidak demikian, maka dilarang membunuh termasuk terhadap lima binatang yang berbahaya yang dibolehkan memunuhnya di tanah halal dan haram.” (sumber:bincangsyariah)

Latest Articles

Comments