Hikmah Dilahirkannya Nabi di Hari Senin dan Bulan Rabiul Awwal

Alfatih-media.com-Imam Suyuthi di dalam kitabnya Husnul Maqshad Fi Amalil Maulid mengutip pendapat imam Ibnul Hajj tentang maulid Nabi saw. Imam Ibnul Hajj suatu ketika ditanya. “Apa hikmah Nabi saw. dilahirkan khusus di bulan Rabiul Awwal dan di hari Senin? Mengapa tidak di bulan Ramadhan yang diturunkan Al-Qur’an di dalamnya, dan adanya lailatul qadar. Dan mengapa tidak di bulan-bulan yang mulia lainnya, di malam nisfu Sya’ban, di hari atau malam Jum’at?

Imam Ibnul Hajj memberikan empat jawaban hikmah di balik Nabi saw. dilahirkan pada bulan Rabiul Awal dan di hari Senin.

Pertama. Sebagaimana terdapat di dalam riwayat hadis bahwasannya Allah swt. menciptakan pohon di hari Senin (HR. Ibnu Khuzaimah di dalam kitab Shahihnya). Dan hal itu menjadi perhatian yang besar, di mana Allah swt. pun menciptakan waktu-waktu, dedaunan, buah-buahan dan semua kebaikan yang dilakukan oleh manusia, mereka senang dengan hal itu dan jiwanya pun bisa menjadi bersih dengan kebaikan-kebaikan itu.

Kedua. Lafadz Rabi’ di dalam  Rabiul Awwal merupakan isyarat dan pertanda kebaikan yang dinisbatkan dari akar katanya. Sebagaimana imam Abu Abdirrahman As Shaqali mengatakan, “Setiap manusia itu sesuai dengan namanya.”

Ketiga. Musim Rabi’ adalah musim semi. Musim yang paling sedang dan bagus. Begitu pula dengan syariat yang dibawa oleh Nabi saw. adalah syariat yang paling sedang (adil) dan toleran.

Keempat. Allah swt. yang Maha bijaksana ingin memuliakan masa ini dengan dilahirkannya Nabi Muhammad saw. Jika Nabi saw. dilahirkan di waktu-waktu yang lalu (bulan-bulan mulia Muharram, Sya’ban, Dzul Qa’dah dan Dzul Hijjah, atau bulan Ramadhan), maka sudah bisa diduga bahwa Allah memang memuliakan waktu-waktu tersebut. Sehingga, bulan mulia tidak hanya itu saja, Rabiul Awwal pun menjadi salah satu bulan mulia Allah swt. karena di bulan inilah Nabi Muhammad saw., manusia paling mulia dilahirkan. (sumber:bincangsyariah)

 

Latest Articles

Comments