Hadis-hadis Keutamaan Shalat Berjamaah

Alfatih-media.com-Salah satu anjuran di dalam Islam adalah melaksanakan shalat berjamaah. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke sembilan imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan hadis-hadis keutamaan shalat berjamaah yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: أوْصَانِيْ حَبِيْبِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِيْ: “يَا أبَا هُرَيْرَةَ صَلِّ

الصَّلاَةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَلَوْ كُنْتَ جَالِسًا، فَإنَّ اللهَ تَعَالَى يُعْطِيْكَ بِكُلِّ صَلَاةٍ مَعَ الْجَمَاعَةِ ثَوَابَ خَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ صَلَاةً

فِيْ غَيْرِ الْجَمَاعَةِ

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Kekasihku Rasulullah saw. telah memberikan pesan kepadaku, lalu beliau bersabda kepadaku, “Wahai Abu Hurairah, shalatlah bersama jamaah meskipun dengan duduk, karena sungguh Allah ta’’la akan memberikanmu di setiap shalat jamaah dua puluh lima pahala shalat dengan tanpa berjamaah.”

Hadis Kedua:

قال النبي صلى الله عليه وسلم: فَضْلُ صَلاَةِ الجَمَاعَةِ عَلَى صَلَاةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُوْنَ دَرَجَةً وَفَضْلُ

صَلَاةِ التَّطَوُّعِ فِى الْبَيْتِ عَلَى فِعْلِهَا فِى الْمَسْجِدِ كَفَضْلِ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ عَلَى صَلَاةِ الْمُنْفَردِ

Keutamaan shalat berjamaah atas shalatnya seseorang yang sendirian adalah dua puluh lima derajat, sedangkan keutamaan shalat sunnah di rumah atas shalat yang dilakukan di masjid adalah seperti keutamaan shalat berjamaah atas shalat sendirian.” Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu As-Sakan dari Dhamrah dari bapaknya; Habib

Hadis Ketiga:

وقال صلى الله عليه وسلم: صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

Nabi saw. bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama dari pada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Malik, imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam Muslim, imam At-Tirmidzi, imam Ibnu Majah, dan imam An-Nasai dati sahabat Ibnu Umar r.a.

Hadis Keempat:

وقال صلى الله عليه وسلم: أَفْضَلُ الصَّلَواتِ عِنْدَ الله تَعَالَى صَلاَةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْ جَمَاعَةٍ

Nabi saw. bersabda, “Shalat-shalat yang paling utama di sisi Allah ta’ala adalah shalat Shubuh di hari Jumat dengan berjamaah.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Nuaim dan imam At-Thabrani dari sahabat Ibnu Umar r.a. Imam An-Nawawi Al-Bantani dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits mengutip pendapat imam Al-‘Azizi yang mengatakan bahwa tingkatan yang paling kuat (derajatnya) di antara shalat-shalat jamaah setelah jamaah Shubuh di hari Jumat adalah shalat Shubuh berjamaah di hari selain Jumat kemudian jamaah di Shalat Isya’, lalu jamaah di shalat Asar, kemudian jamaah di shalat Dhuhur, lalu di shalat Maghrib. Alasan shalat jamaah di waktu Shubuh dan Isya’ yang paling utama adalah disebabkan karena waktu tersebut merupakan yang paling berat untuk dilakukan.

Hadis Kelima:

وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى صَلاَةَ الصُّبْحِ فِى الْجَمَاعَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ كَانَ

لَهُ سِتْرٌ مِنَ النَّارِ وَبَرِىءَ مِنَ النَّارِ

Nabi saw. ‘Siapa yang shalat Shubuh berjamaah lalu ia duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, maka baginya tertutup dan terbebas dari api neraka.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya sebagaimana hadis-hadis lainnya.

Hadis Keenam:

وقال صلى الله عليه وسلم صَلاَةُ الرَّجُلِ فِيْ جَمَاعَةٍ تَزِيْدُ عَلَى صَلاَتِهِ وَحْدَهُ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً، فَإذَا صَلاَّهَا

بِأَرْضٍ فُلَاةٍ فَأَتَمَّ وُضُوْءَهَا وَرُكُوْعَهَا وَسُجُوْدَهَا بَلَغَتْ صَلَاتُهُ خَمْسِيْنَ دَرَجَةً

Nabi saw. bersabda, “Shalatnya seseorang dengan berjamaah bertambah atas shalatnya dua puluh lima derajat, maka jika ia shalat berjamaah di bumi yang tandus lalu ia menyempurnakan wudhunya, ruku’nya, dan sujudnya, maka shalatnya telah sampai lima puluh derajat.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Ya’la, imam Al-Hakim, dan imam Ibnu Hibban dari Abu Sa’id Al-Khudri dengan sanad yang shahih.

Hadis Ketujuh:

وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْ أدْرَكَ الْجَماعَةَ أرْبَعِيْنَ يَوْمًا كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةً مِنَ النِّفَاقِ

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang melakukan shalat jamaah empat puluh hari, maka Allah telah menuliskan untuknya terbebas dari api neraka dan kemunafikan.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya sebagaimana hadis-hadis lainnya.

Hadis Kedelapan:

وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ فِى الْجَمَاعَةِ دَخَلَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang shalat Shubuh dan Asar dengan berjamaah maka ia masuk surga dengan tanpa hisab.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya sebagaimana hadis-hadis lainnya.

Hadis Kesembilan:

وقال صلى الله عليه وسلم: مَنْ شَهِدَ صَلاَةَ الْجَمَاعَةِ كَتَبَ اللهُ تَعَالَى لَهُ ذَاهِبًا وَرَاجِعًا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَمَحَا عَنْهُ

عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang menyaksikan shalat jamaah, maka Allah akan menuliskan baginya perginya dan pulangnya sepuluh kebaikan dan Allah akan menghapus darinya sepuluh kejelekan-kejelekan, serta Allah akan mengangkat untuknya sepuluh derajat.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya sebagaimana hadis-hadis lainnya.

Hadis Kesepuluh:

وقال صلى الله عليه وسلم: لاَ صَلاَةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إلاَّ فِى الْمَسْجِدِ

Nabi saw. bersabda, “Tidak (sempurna) shalatnya bagi orang yang tinggal di dekat masjid kecuali di dalam masjid (berjamaah).” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ad-Daruquthni dan imam Al-Baihaqi dari sahabat Jabir dan dari sahabat Abu Hurairah r.a.

Hadis Kesebelas:

وقال صلى الله عليه وسلم: {صَلاَةُ الجَمَاعَةِ رَحْمَةٌ وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفِرْقَةُ عَذَابٌ}

Nabi saw. bersabda, “Shalat berjamaah itu suatu rahmat, dan ia lebih baik dari pada dunia dan seisinya, dan shalat berjamaah itu (penyebab adanya) rahmat, sedangkan pisah dari jamaah itu adzab.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya sebagaimana hadis-hadis lainnya.

Demikianlah hadis-hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan shalat berjamaah di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis (namun pada bab ini beliau menyantumkan sebelas hadis) dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya.

Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab. (sumber:BincangSyariah.Com)

 

 

Latest Articles

Comments