Enam Hal yang Membatalkan I’tikaf

Alfatih-media.com-Sebagaimana ibadah yang lain, i’tikaf memiliki syarat, rukun dan hal-hal yang bisa membatalkan keabsahannya. Dalam kitab Al-Taqriratus Sadidah, Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim Al-Kaf menyebutkan bahwa ada enam hal yang membatalkan keabsahan i’tikaf.

Pertama, gila dan pingsan. Jika seseorang yang sedang melaksanakan i’tikaf di dalam masjid tiba-tiba gila atau pingsan, maka i’tikafnya batal. Karenanya, jika ia hendak melanjutkan i’tikafnya di dalam masjid, maka ia wajib melakukan niat i’tikaf kembali.

Kedua, mabuk yang disengaja. Jika sengaja mabuk di dalam masjid ketika sedang melakukan i’tikaf, maka i’tikafnya menjadi batal. Namun jika tidak disengaja, misalnya mengonsumsi makanan dan minuman yang memabukkan tanpa sengaja, maka i’tikafnya tetap sah.

Ketiga, haid. Bagi perempuan yang sedang melakukan i’tikaf di masjid lalu dia haid, maka secara otomatis i’tikafnya batal dan dia wajib keluar dari masjid.

Keempat, murtad atau keluar dari Islam. Jika seseorang sedang melakukan i’tikaf lalu dia murtad, maka i’tikafnya batal karena dia sudah tidak termasuk orang yang berhak melakukan ibadah, termasuk i’tikaf.

Kelima, junub melalui jimak dan istimna’ atau sengaja mengeluarkan mani. Ini berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 187 berikut;

وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عاكِفُونَ فِي الْمَساجِدِ

Janganlah menyetubuhi para wanita sementara kalian sedang menetap di masjid.

Keenam, keluar dari masjid tanpa ada udzur. Keluar dari masjid termasuk hal-hal yang membatalkan i’tikaf bila dilakukan tanpa ada udzur dan kebutuhan yang mendesak. Namun jika ada udzur dan kebutuhan yang mendesak, misalnya keluar karena hendak wudhu, buang hajat, makan atau minum yang tidak mungkin dilakukan di masjid dan lain-lain, maka tidak membatalkan i’tikaf. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments