Dosen IKH Edukasi Warga Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita

Alfatih-media.com-Untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu yang mempunyai balita agar terhindar dari stunting, dosen Intitut Kesehatan Helvetia (IKH) memberikan edukasi tentang pencegahan stunting dengan memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak, di Klinik Pratama Sunartik, jalan Sei Mencirim Dusun VII, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, kemarin.

 

Edukasi ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan sebagai tugas dosen. Kegiatan ini diketuai Mayang Wulan, SST, MKM selaku dosen Prodi D4 Kebidanan dan anggotanya yaitu, Ani Deswita Chaniago.

Ketua Tim, Mayang Wulan mengatakan, stunting adalah kondisi dimana balita memilik panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari -2 standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Healht Organization (WHO). Stunting merupakan masalah gizi yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat”.

Ada bukti jelas bahwa individu yang stunting memiliki tingkat kematian lebih tinggi dari berbagai penyebab dan terjadinya peningkatan penyakit, stunting akan mempengaruhi pengaruh kinerja pekerjaaan fisik dan fungsi mental serta intelektual yang kurang. Pada tahun 2017, 22,2  persen atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting,” jelasnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga, upaya yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting diantaranya sebagai berikut pemantauan pertumbuhan balita, menyelenggarakan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, menyelenggarakan stimulasi dini perkembangan anak, memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Asupan gizi untuk balita stunting adalah dengan memenuhi zat-zat gizi seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi dan asam folat, zinc, iodium dan vitamin A. Kita berharap, ibu-ibu yang mempunyai balita paham cara memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak sehingga terciptanya generasi-generasi muda Indonesia yang berkulitas dikarenakan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahaya stunting ini tidak hanya menyerang fisik tetapi juga memengaruhi mental serta intelektual,” tuturnya.

Pemilik Klinik Pratama, Sunartik, menyambut baik kegiatan tersebut. Dihadiri sekitar dua puluh ibu-ibu yang memiliki anak yang mempunyai balita, para peserta mendengarkan dengan antusias dan tak sedikit pula yang mengajukan pertanyaan sehingga tarjalin komunikasi tanya jawab yang aktif. (*)

 

 

 

Latest Articles

Comments