Doa Menjaga Lisan Agar Tak Melukai Hati Orang Lain

Alfatih-media.com-Di antara nikmat Allah untuk umat-Nya adalah dengan cara menyempurnakan segala yang ada pada diri manusia, seperti nikmat dengan diberikannya sepasang telinga untuk mendengar, sepasang mata untuk melihat, hidung untuk mencium berbagai macam aroma dan mulut untuk berbicara. Allah mengingatkan kedua nikmat tersebut dalam firman-Nya dalam QS al Balad 8-10:

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.

Ayat tersebut menyadarkan kita bahwa Allah memberikan dua buah mata dan lisan untuk hal kebaikan. Namun kenyataannya kita masih saja keluar dari jalan itu. Sengaja atau tidak, ada hati yang tersakiti ketika lisan berucap. Oleh karena itu tidak salah jika Islam mengajarkan ummatnya untuk selalu berhati-hati dalam berucap dengan lisan. Sebab lisan lebih tajam dari pedang. Luka karena pedang dapat disembuhkan, namun luka sebab lisan akan terus terkenang, atau bisa saja susah untuk disembuhkan.

Sudah banyak diketahui bahwa keselamatan manusia itu tergantung pada kemampuannya dalam menjaga lisan. Lisan bisa membawa manfaat pada lingkungan sekitar, namun lisan juga sering membawa luka untuk orang lain. Penting rasanya untuk bisa menjaga lisan agar tidak salah ucap dan membawa luka. Tentunya kita terus berusaha dengan niat yang bail untuk bisa menggunakan lisan dnegan baik, namun meminta pertolongan kepada Allah agar Allah mampukan untuk menjaga lisan agar tak membawa luka adalah hal penting. Sebab tiada daya dan upaya, melainkan hal yang datangnya dari Allah.

Untuk itu, perlu kiranya kita mengetahui sebuah doa yang dipanjatkan untuk memohon kepada Allah agar diberikan lisan yang terjaga dan tidak melukai hati orang lain. Harapannya adalah agar lisan kita terjaga dan terus menebar kemanfaatan sesuai penciptaan lisan pada jalan-Nya. Dalam kitsb Risalah al Mustarsyidinkarya Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah, tertuliskan doa tersebut sebagai berikut:

اللهم اجعل صمتي فكرا ونطقي ذكرا

Allahummaj’al shamti fikra, wa nuthqi dzikra

Wahai Allah, jadikanlah diamku berfikir dan bicaraku berdzikir

Doa tersebut baik dibaca kapanpun, bisa setelah shalat fardhu atau shalat-shalat sunnah lainnya. Doa tersebut juga bisa dibaca ketika sadar akan lisannya tiba-tiba susah untuk untuk tidak berkomentar pada suatu waktu. Memiliki lisan yang terjaga tentu merupakan dampaan banyak orang. Dan dengan memanjatkan doa ini, kita sudah berikhtiar satu langkah lebih depan daripada sekedar niat yang tertanam dalam hati. (sumber:BincangSyariah.com)

Latest Articles

Comments