Doa Agar Tidak Mudah Mengikuti Hawa Nafsu

Alfatih-media.com-Fitnah dan hawa nafsu bisa menyasar siapa saja, apalagi umat manusia memiliki hawa nafsu yang kapan saja bisa memuncak tanpa disadari. Belum tentu apa yang semuanya kita inginkan itu baik untuk kita menurut Allah. Ini bisa saja keinginan yang datang dari nafsu kita, bukan dari hati kecil kita. Karena itu, seyogianya kita selalu berdoa dengan permohonan sebagaimana riwayat Ibnu Umar

اللهمَّ لَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَلَا تَنْزِعْ مِنّي صالِحَ مَا أعْطِيْتَنِي

Allohumma la takilni ila nafsi thorfata ‘ainin wa la tanzi‘ minni sholiha ma a‘thoitani (HR Bazzar)

Ya Allah, jangan pernah sekejap pun Engkau meninggalkan urusanku sendirian tanpa bantuan-Mu. Semoga Engkau tidak mengambil amal saleh yang telah Engkau berikan padaku.

Ada baiknya kita meresapi pesan imam al-Halimi yang direkam oleh Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir.

قال الحليمي: وهذا تعليم منه لأمته أنه ينبغي كونهم مشفقين من أن يسلموا الإيمان أو التوفيق للعمل فإن من

سلب التوفيق لم يملك نفسه ولم يأمن أن يضيع الطاعات ويتبع الشهوات فينبغي لكل مؤمن أن يكون هذا

الخوف من همه

Imam al-Halim menjelaskan bahwa doa ini merupakan bentuk pengajaran dari Nabi pada umatnya agar mereka perhatian agar mempertahankan keimanan dan taufik dalam berbuat. Orang yang tidak mendapatkan taufik itu termasuk yang tak dapat mengendalikan nafsunya, seringkali mengabaikan ketaatan, dan selalu mengikuti syahwatnya. Oleh karena itu, setiap mukmin seyogianya itu harus memiliki rasa khawatir ini.

Nafsu itu bagaikan anak kecil yang harus disapih untuk tidak menyusu kepada ibunya ketika sudah genap usia dua tahun. Ketika anak kecil itu tidak disapih, tetapi dibiarkan saja menyusu kepada ibunya, maka anak itu pasti akan terus meminta menyusu kepada ibunya sampai lebih dari dua tahun.

Tetapi ketika ia sudah disapih, dilatih untuk tidak menyusu kepada ibunya, maka pasti bayi itu akan terbiasa untuk tidak menyusu kepada ibunya. Bahkan tidak jarang sang ibu akan melakukan dengan segala cara agar anaknya tidak menyusu lagi. Bisa dengan cara memberikan lipstik berwarna merah agar anaknya takut dengan puting sang ibu, atau meminta air doa dari seorang ulama yang diminumkan kepada sang bayi.

Begitu pula dengan nafsu. Hendaknya ia tidak dituruti terus menerus. Tetapi latihlah nafsumu dengan tidak menurutinya. Tegaslah pada diri Anda seperti seorang ibu yang tegas dan tega walau dengan hati yang lara anaknya masih menangis minta disusui. Jika tidak, maka nafsu itu akan terus menerus meminta Anda untuk dituruti kehendaknya. (sumber:BincangSyariah.com)

 

 

Latest Articles

Comments