Dirut PUD Pasar Ditekankan Jaga Kebersihan Pasar

Alfatih-media.com-Walikota Medan, Bobby Nasution menekankan, kepada Direktur Umum  Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar, Suwarno, agar senantiasa menjaga kebersihan pasar. Sebab, kebersihan pasar kini menjadi program Pemko Medan untuk  diwujudkan. Selain itu, para direksi juga harus memperhatikan masalah parkir dan retribusi jangan sampai terjadi pungutan liar (pungli).

“Guna memajukan PUD Pasar, diharapkan agar terus berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi. Harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan membuktikan hasil kinerja di lapangan.  Dalam menjalankan tugas, harus bersungguh-sungguh dan sebaik-baiknya. Kreativitas dan inovasi adalah kunci dalam mengembangkan perusahaan agar menghasilkan profit dan menambah pendapatan pembangunan di Kota Medan,”  kata Bobby Nasution saat memimpin rapat koordinasi bersama 12 direksi  tiga PUD Kota Medan usai pelantikan di Balai Kota Medan, belum lama ini.

Selain itu, Bobby Nasution juga mengingatkan, untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Lalu, senantiasa menjaga kekompakan dalam menjalankan perusahaan. Apabila direksi tidak saling mendukung jalannya perusahaan, tegasnya, tentunya perusahaan akan sulit berkembang.

"Apabila sudah kompak, baru bisa bersama-sama memikirkan perusahaan. Saya juga ingatkan agar direksi tidak memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok saja, sebab mereka masih akan terus dievaluasi,” tegasnya.

Sementara itu Dirut PUD Pasar Suwarno saat dihubungi kemarin mengungkapkan,  usai dilantik seluruh jajaran direksi langsung bergerak cepat sebagai upaya menginventarisir persoalan-persoalan yang ada lingkungan PUD Pasar. Caranya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Selain  itu  inventarisir masalah juga bisa dilakukan dengan cara menyerap saran dari para  pedagang.

“Dua hari pasca-dilantik, kami para jajaran direksi telah melakukan sidak ke pasar-pasar. Jumat kemarin kami sidak ke Pasar Halat. Dini harinya, kami sidak ke Pasar Induk Lau Cih.  Kami meminta digalakkan kegiatan gotong royong dengan berkolaborasi bersama pedagang, dan tokoh di pasar. Ini sebagai langkah menciptakan pasar yang asri dan nyaman seperti arahan Pak Wali. Nah, dari inventarisir inilah nantinya kami akan lakukan pemetaan untuk kemudian menentukan prioritas yang harus dikerjakan supaya bisa menciptakan pasar yang asri dan nyaman,” jelas Suwarno.

Dijelaskan Suwarno, target mereka  akan sekuat tenaga menjadikan PUD Pasar  lebih baik dari sebelumnya. Suwarno berhatap target tersebut bisa dicapai.

"Untuk itu, kami mengajak jajaran direksi, para kabag, kacab dan seterusnya hingga karyawan untuk berkolaborasi menyelesaikan persoalan yang ada di PUD Pasar,  sebab seberat apa pun pekerjaan maupun  permasalahan yang ada kalau dikerjakan bersama-sama akan terasa ringan. Memberikan pelayanan yang baik ke pedagang. Bekerja dengan tulus dan ikhlas. Sebab dengan memberi pelayanan baik, pedagang senang, Insya Allah akan berdampak pula dengan kesejahteraan karyawan,” harap Suwarno.

Kebijakan yang dilakukan Bobby Nasution dalam merekrut direksi di tiga PUD  Kota Medan yakni  PUD Pasar, Pembangunan dan Rumah Potong Hewan  dinilai akademisi Ilmu Pemerintahan Fisipol UMA sekaligus Pengamat Politik Lokal di InPAS (institute of Political Analysis & Strategy) Fuad Ginting Ssos MIP l merupakan langkah bagus menuju pemerintahan yang transparan dengan mengisi jabatan secara  terbuka, termasuk penunjukan Suwarno sebagai Dirut PD Pasar.

Menurut Fuad, langkah yang dilakukan Wali Kota sudah tepat dengan melakukan tes asesmen secara terbuka dan diuji pihak ketiga. Fuad berharap jangan sampai  berhenti disitu saja, direksi yang sudah terpilih harus tetap diawasi, dievaluasi serta tidak dibiarkan berjalan begitu saja. Ketika kinerjanya tidak maksimal sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,  Fuad berharap agar Walikota langsung mengevaluasi.

Selanjutnya, menyinggung mengenai penunjukkan Suwarno sebagai Dirut PD Pasar, Fuad mengakui, banyak kritik terhadap munculnya nama tersebut. Namun, dengan dipilihnya orang seperti Suwarno yang berasal dari lapangan atau orang lama di pasar sebagai pedagang kelapa di pasar Petisah selama 29 tahum,  ia menilai sudah sangat tepat.

Sebab, ungkapnya, Suwarno sudah pasti mengerti dan memahami aspirasi pedagang di pasar. Selain itu, imbuhnya, Suwarno  juga  bukan cuman pedagang pasar tetapi pernah membawa aspirasi pedagang  dalam sebuah organisasi beberapa waktu lalu.

"Jadi dia aktif berorganisasi, sehingga saya kira dia mampu menghimpun kelompok-kelompok yang ada di pasar se-Kota Medan,” ungkap Fuad.

Dikatakan Fuad,  jika ada yang menolak kepemimpinan yang dihasilkan dari asesmen terbuka seperti ini, berarti mereka  masih berfikir secara tradisional. Sebab, tes asesmen yang dilakukan terbuka, ada tes tertulis dan wawanncaranya.  Oleh karenanya Fuad menilai 12 direksi yang terpilih dan dilantik sudah sangat layak.

"Mudah-mudahan mereka mampu menunjukkan kinerjanya dengan baik," harapnya. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments