Cegah Penyebarab Covid-19, PT KAI Bertahap Kurangi Perjalanan Kereta Api

MEDAN (alfatih-media.com)-Untuk mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I SU kembali mengurangi perjalanan kereta api secara bertahap. Kali ini, perjalanan yang dikurangi adalah kereta api jarak jauh, lokal dan KA Bandara.

"Untuk mengurangi mobilitas masyarakat sesuai arahan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus Corona, KAI Divre I SU secara bertahap mengurangi perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal sebanyak 16 perjalanan KA dan 38 perjalanan KA Bandara per hari,"sebut Vice President PT.KAI Divre I SU Daniel Johannes Hutabarat.

Dengan berkurangnya perjalanan kereta api tersebut, sehingga untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal dari 52 perjalanan KA per hari menjadi 36 perjalanan KA per hari. Sedangkan untuk kereta api bandara dari 50 perjalanan KA perhari menjadi 12 perjalanan KA perhari.

Pengurangan perjalanan kereta api jarak jauh yang dilakukan secara bertahap, yaitu 4 perjalanan KA tujuan Medan - Rantau Prapat PP, 2 perjalanan KA tujuan Medan - Tanjung Balai PP, 2 perjalanan KA tujuan Medan - Siantar PP dan perjalanan KA lokal yaitu 8 perjalanan KA tujuan Medan - Binjai PP serta 38 perjalanan KA Bandara tujuan Medan - Kualanamu PP. Daniel mengatakan, pengurangan perjalanan KA tersebut, yakni, KA Sribilah (U56) relasi Medan - Rantau Prapat terhitung mulai tanggal 29 Maret 2020 sampai dengan 2 April 2020. Kemudian, KA Sribilah (U53) relasi Rantau Prapat - Medan terhitung mulai tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 3 April 2020.

"Jadwal yang kami kurangi adalah kereta api yang memiliki jadwal atau kereta api alternatif lainnya, sehingga penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan lain jika tetap memutuskan untuk berangkat," ujar Daniel.

Dikatakannya, KAI akan menghubungi penumpang melalui Contact Center KAI 121 terkait informasi pembatalan dan pengalihan jadwal perjalanannya. Dalam hal penumpang dialihkan ke KA lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, KAI tidak akan mengenakan penambahan bea. Sebaliknya katanya, jika dialihkan lalu mendapat kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan bea pengembalian di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian tiga hari dari tanggal yang tertera di tiket.

"Namun, jika penumpang tidak berkenan dialihkan perjalanannya ke kereta api lain dan memilih untuk membatalkan perjalanan kereta api, maka kami akan mengembalikan bea secara penuh 100 persen secara tunai. Pengembalian bea tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan atau stasiun lain," terang Daniel.

Ia berharap, kebijakan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, dan penyebaran virus Corona (Covid-19) melalui kereta api bisa dicegah.

"Perkembangan situasi dan informasi terkait perjalanan kereta api akan disampaikan lebih lanjut. Kita berdoa dan berharap semoga kondisi yang menimpa bangsa Indonesia ini segera berakhir dan semua bisa kembali normal," ujarnya. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments