Blokade Berlanjut, Listrik Padam Lebih Lama di Gaza

Alfatih-media.com-Operasi pembangkit listrik satu-satunya di Gaza harus dihentikan dalam waktu 48 jam jika blokade Israel tidak dicabut, para pejabat memperingatkan Kamis (4/8/2022). Sementara ketegangan terus meningkat di perbatasan pasca penangkapan seorang pemimpin militan Palestina.

 

Pihak berwenang Israel telah menutup semua pintu masuk ke Gaza, memutus akses truk bahan bakar yang memasok pembangkit itu, karena khawatir akan serangan balasan setelah ditangkapnya Bassam Al-Saadi, pemimpin senior kelompok Jihad Islamis Palestina, pada Senin (1/8/2022).

Selama ini penduduk Gaza hanya mendapat aliran listrik 10 jam per hari. Mereka akan menghadapi pemadaman lebih lama jika pembangkit listrik itu berhenti beroperasi. Satu-satunya sumber listrik eksternal daerah itu hanyalah pasokan 120 megawatt yang dibeli dari Israel.

Selain menghentikan angkutan barang dan bantuan ke Gaza, blokade yang memasuki hari ketiga pada Kamis (4/8/2022), juga menghambat pekerja menyeberang ke Israel. Warga di pihak Israel telah mengeluhkan pembatasan pergerakan itu.

Abdel-Latif Al-Qanoua', juru bicara Hamas, yang menguasai Gaza, mengutuk blokade Israel. Ia mengatakan bahwa Hamas juga telah melakukan pembicaraan dengan mediator.

Pejabat Israel sejauh ini tidak memberi komentar tentang keadaan penangkapan Saadi dan menyatakan bahwa blokade akan tetap diberlakukan kalau ancaman Jihad Islamis berlanjut. (berbagai sumber)

Latest Articles

Comments