Begitu Indahnya Islam

Alfatih-media.com-Terdapat kisah yang menarik sebelum terjadinya perang Shiffin, di mana para kaum Khawarij tidak sedikit mencela bahkan mengkafirkan banyak para sahabat, di antaranya adalah Abdullah Ibn Zubair (W. 71 H).

Tatkala beliau dikafirkan oleh kaum Khawarij beliau berkata dengan sangat lembut, Allah Zat yang Maha Agung yang memiliki Kekuasaan dan Keagungan memerintahkan untuk berbicara lebih lembut dari ini bahkan untuk yang paling kafir sekalipun seperti Fir’aun, Allah berfirman,

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (43) فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى – 44

Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. (QS. Thaha: 43 dan 44). (Lihat: al-Islamu Bila Madzahib, Hal: 114-115).

Hal ini pun dialami oleh Ikrimah Ibn Amr al-Makhzumy (Abu Jahal), di mana Rasulullah sangat menghormatinya karena beliau lebih memilih Rasulullah dibandingkan bapaknya. Sampai pernah keluar dari majelis Rasulullah dia dihina banyak orang “ini loh anak de-dengkot orang kafir Quraisy”, mendengar ini Rasulullah marah dan mengatakan cukuplah dosa kesyirikan baginya namun janganlah kalian menyakiti Ikrimah, dari sini lahirnya sebuah hadits yang berbunyi:

لآَ تُؤْذُوا الأَحْيَاءَ بِسَبِّ الْمَوْتَى

Janganlah kalian menyakiti orang yang masih hidup dengan mencela orang yang sudah wafat. (H.R. Imam al-Hakim dan dishahihkan dalam mustadraknya, dari Ummu Salamah). (al-Luma’ Fi Asbaab Wuruudil Hadits, h. 48).

Jadi Islam itu lemah lembut, tidak mencela apalagi menghina sesama. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita, aamiin. (sumber:BincangSyariah.Com)

Latest Articles

Comments