Bahaya Sikap Sombong Bagi Para Penuntut Ilmu

Seorang santri hendaknya selalu menjaga diri daripada akhlak-akhlak yang tercela. Terutama yang paling harus disingkirkan adalah sikap takabur dan sombong. Karena itu adalah akhlak yang buruk, Syaikh Burhanuddin dalam Ta’lim Muta’allim mengibaratkan orang yang berakhlak buruk itu seperti anjing.

Padahal belajar itu dengan perantara malaikat, bagaimana malaikat akan mendekat jika dia berakhlak seperti seekor anjing. Rasulullah saw bersabda:

لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب أو صورة

“Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau anjing”.

Sebagaimana juga dalam sebuah syair dikatakan:

العلم حرب [للفتى] المتعالى كالسيل حرب للمكان العالى

 

 بجـد لا بجــد كــل مـجــد فهل جد بلا جد بمجدى

 

فكم من عبد يقوم مقام حر وكم حر يقوم مقام عبد

Ilmu itu musuh bagi penyombong diri- laksana air bah musuh dataran tinggi

Diraih keagungan dengan kesungguhan bukan semata dengan harta tumpukan
bisakah agung didapat? Dengan harta tanpa semangat?

Berapa banyak sahaya, menduduki tingkat merdeka – Berapa baanyak orang merdeka, menduduki tingkat sahaya

Jadi jangan sekali-kali sombong dalam menuntut ilmu. Hendaknya penuntut ilmu memperhatikan segala ilmu dan hikmah atas dasar selalu mengagungkan dan menghormati, sekalipun yang dipelajari dan diajarkan sang guru masalah yang itu-itu saja dan telah ia dengar seribu kali. Adalah dikatakan :

من لم يكن تعظيمه بعد ألف مرة كتعظيمه فى أول مرة فليس بأهل العلم

“Barang siapa yang telah mengagungkannya setelah lebih dari 1000 kali tidak sebagaimana pada pertama kalinya, ia tidak termasuk ahli ilmu.” (sumber:bincangsyariah)

Latest Articles

Comments