Alumni UIN SU Harus Miliki Karakter Pendekatan Integral Dalam Ilmu Pengetahuan


Alfatih-media.com- Dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam dan dinamis, alumni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) diharapkan tidak saja menggunakan satu pendekatan disiplin ilmu yang ditekuninya, tetapi juga harus memiliki karakter melakukan pendekatan integral dalam ilmu pengetahuan.

“Seyogyanya juga melibatkan tinjauan berbagai bidang dan pendekatan ilmu yang terkait dengan menghilangkan sekat-sekat dikotomi ilmu-ilmu tersebut. Sehingga, pembahasan, penjelasan, dan penerapan ilmunya bersifat komprehensif, holistik, kuat, dan memiliki manfaat yang besar bagi kemanusiaan dan tentu peradaban manusia. Sampai di sini, alumni UIN SU diharapkan mampu banyak berkontribusi dalam membangun agama, bangsa dan negara,” pesan Rektor UINSU, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA dalam sambutannya di acara wisuda UINSU ke 78 di Gedung Gelanggang Mahasiswa (H Muhammad Arsyad Tahlib) Kampus 1, jalan IAIN, Medan, Rabu (21/9/2022).

Selain itu, kata Rektor, alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara harus berkarakter ‘Ulul Albâb. Sebagaimana diketahui bahwa karakter ‘Ulul Albâb memiliki sembilan karakter. Diantaranya, berilmu dan memiliki kesungguhan dalam mengembangkannya, Istiqâmah dalam penegakan sikap ilmiah serta konsisten dalam penerapannya, memiliki visi keseimbangan antara pikir dan zikir, mampu melakukan pendekatan integral-transdisipliner, memiliki etos dinamis dan berkarakter pengabdi, bertaqwa, berwatak Prophetic (Kenabian), dan berakhlak mulia.

Kemudian, bersikap wasathiyyah dan memiliki wawasan kebangsaan dan memiliki visi hadhârî (pengembangan peradaban). Berpenampilan happy/contented/sa’âdah (bahagia).

“Dalam menjaga karakter ulul albab, dimana hari ini anda semua telah menyandar gelar sarjana dengan berbagai tingkatan, maka dipundak saudara terdapat tanggung jawab dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Diraihnya gelar sarjana yang saat ini anda terima, bukan berarti mengakhiri proses belajar dan mengembangkan ilmu pengetahun, justru gelar sarjana ini menjadikan kita semua semakin giat belajar dan bertanggungjawab untuk mengajarkan dan mengembangkannya di tengah-tengah masyarakat. Manusia yang disebut ulil albab adalah manusia yang menjadikan semua ruang dan waktu sebagai tempat dan waktu belajar,” jelas rektor.

Sementara itu, lulusan UIN SU yang diwisuda sebanyak 2.397 orang yang tersebar dalam 8 fakultas serta 1 Program Pascasarjana. Diantaranya, 186 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 292 orang dari Fakultas Syariah dan Hukum, 757 orang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 213 orang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, 428 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Bisnis, 150 dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 129 orang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), 207 orang dari Fakultas Sains dan teknologi (FST), 85 orang untuk program pascasarjana.

Lima Mahasiswa UINSU Berprestasi

Disisi lain, Rektor UINSU, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA menyebutkan, ada lima orang mahasiswa UINSU yang memperoleh prestasi. Diantaranya, pertama, Dwi Nur Annisa Juara I The International Competition of Student Academic and Creativity (INCOSAC) 2021 Cabang Film Pendek.  

Kedua, Ainun Mardiyah, Annisa Nabilah Br. Ginting Luthfi Al Faraby menjadi juara Bronze Medal at World Science, Envonment and Engineering Competition (WSEEC) 2021 dengan judul penelitian “Cabbage Farming Innovation To Increase The Creative Economy In The Village Of Ndesakti In The Face Of Industry 4.0”.  Atas nama yang sama, juga peraih Bronze Medal at World Science, Envonment and Engineering Competition (WSEEC) 2021. “CIESTARO (Cookies Taro) Healthy Bread as Calcium in Prevention Of Osteoporosis In Human
Body.

Yang ketiga lanjut rektor, Muhammad Hadi Riva’I Nadya Nurcahyani Alfauzan Ramadhanny S. Yurid Audina meraih Gold Medal World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2021.  Selain itu, beliau juga menjuarai Semi Grand Award at World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2021 dan Bronze Medal World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2021 serta Special Award From Association “Doza Srekja” Macedonia Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2021.

Keempat, Luthfi Al Faraby meraih Gold Medal at OCIIP WORLD IP FAIR 2021 27 April 2021. Dengan Judul Inovasi : "PERMATEA KURMABIT".  Dan, kelima, Astri Angraeni, Fitrah Al Mubarok, Luthfi Al Faraby, Nindya Miranda Pratiwi, Revina Yani Tarigan, meraih Bronze Medal at International Science and Invention Fair 2021. Judul inovasi : “Developing Learning Media With the Method Fun Learning About Innovation As an Optimization in Increasing Students Courage in Taking a Stand” Jakarta. (ef/foto:ist)

Latest Articles

Comments