Akhyar Minta Masukan Para Ulama

MEDAN (alfatih-media.com)-Upaya mengatasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus dilakukan Pemko Medan. Tidak hanya penanganan yang dilakukan secara medis dan penerapan protokol kesehatan, Pemko Medan juga terus menyerap masukan dari berbagai pihak guna memutus mata rantai penularannya.

Kali ini, giliran Pemko Medan juga mengharapkan masukan dari para ulama. Untuk itu, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut  di Jalan Majelis Ulama Medan, Rabu (1/7/2020).

Akhyar mengungkapkan, kondisi perkembangan pandemi  Covid-19 di Kota Medan. Dikatakan Akhyar, jumlah warga yang positif terinfeksi virus Corona terus meningkat dan kini telah mencapai angka 1.006 orang. Dijelaskannya, penularan terjadi melalui orang tanpa gejala (OTG) yang ditularkan kepada keluarga inti. Sebab, keluarga inti tidak mengetahui yang bersangkutan telah terinfeksi Covid-19 karena tidak ada menunjukkan gejala-gejala seperti demam, batuk maupun pilek.

Mengantisipasi penularan lebih massif kata Akhyar, Pemko Medan kini gencar melakukan rapid test massal secara selektif terhadap orang-orang yang dicurigai dan potensial tertular Covid-19.

"Apabila dalam Rapid test yang dilakukan hasilnya reaktif, maka warga yang bersangkutan langsung ditest swab. Jika hasilnya positif, langsung dikarantina. Saat ini kita ada 2 tempat karantina yakni Gedung P4TK Jalan Setia Budi Helvetia dan Rumah Sakit Lions Club Jalan T Amir Hamzah," kata Akhyar.

Selain itu imbuh Akhyar lagi, Pemko Medan juga tengah berupaya mengubah kultur masyarakat agar dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.  Hal itu dilakukan dengan menyiapkan Perwal tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru.

Akhyar menjelaskan, Perwal ini berisikan pedoman dan tatanan kepada masyarakat bagaimana menghadapi pandemi Covid-19. Dengan demikian masyarakat dapat melakukan aktifitas sehari-hari meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Akhyar menerangkan, Perwal tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru  harus dijalankan guna membangkitkan kembali perekonomian yang kini merosot drastis sehingga membuat daya beli masyarakat melemah.

“Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir, kita harus kembali melakukan aktifitas seperti biasanya sehingga perekonomian bisa bangkit kembali. Apabila masyarakat dapat menjalankan Perwal tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru ini, insya Allah penularan Covid-19 dapat diatasi dan ekonomi dapat tumbuh kembali,” ungkapnya.

Terkait itu, Akhyar sangat mengharapkan masukan dari para ulama yang tergabung dalam MUI Sumut.  Selain mengatasi penularan Covid-19 melalui masukannya, Akhyar yakin para ulama juga dapat membantu mensosialisasikan Perwal tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru dapat disosialisasikan kepada umat melalui majelis-majelis pengajian dan  masjid, termasuk saat berlangsungnya Shalat Jumat.

Di samping itu Akhyar juga minta koreksi atas Perwal tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru. Meski perwal sudah siap namun tidak tertutup dilakukan koreksi agar menjadi lebih lengkap dan baik lagi. Apalagi saat ini perwal itu kata Akhyar, tengah disinkronisasikan dengan Peraturan Gubernur Sumut (Pergubsu).

“Kami mohon bantuan dan petunjuk tentang Perwal tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru yang kini tengah disinkronisasikan dengan Pergubsu. Jika ada yang harus dikoreksi, kami siap untuk mengkoreksinya,” ungkap Akhyar seraya menyerahkan Perwal tentang Pedoman Adaptasi kebiasaan Baru Pada Pandemi Covid-19 kepada Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah MA.

Di kesempatan itu Akhyar juga mengharapkan, masukan dari ulama untuk membuat metode yang tepat sehingga proses belajar mengajar dapat dilakukan kembali dengan tatap muka seperti biasanya. Diakui Akhyar, Pemko Medan saat ini belum memiliki metode yang tepat sehingga para siswa mulai tingkat TK, SD dan SMP masih belajar dengan sistem daring.

“Untuk itu kami berharap ada masukan dari para orang tua kami dan tuan-tuan guru sehingga proses belajar mengajar dengan tatap muka dapat dilakukan. Sebab, kami menilai  proses pembelajaran melalui sistem daring tidak efektif bagi siswa SD dan SMP. Atas masukan yang diberikan nantinya kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah MA mengatakan, MUI merupakan payung umat Islam di Sumut. Oleh karenanya keberadaan MUI sangat penting untuk memberikan fatwa dan penjelasan problem permasalahan yang dialami sehingga masyarakat merasa tenang dan nyaman.

Diungkapkannya, ada tiga cara yang bisa dilakukan dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 di Kota Medan. Menurutnya, Akhyar harus mengajak masyarakat, terutama umat Islam untuk memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah SWT). Kemudian melakukan doa tolak bala di seluruh lingkungan.

“Ajak dan anjurkan kepada masyarakat di seluruh lingkungan untuk memperbanyak istighfar dan melakukan doa tolak bala bersama yang dikoordinir perwiritan maupun masjid-masjid yang ada di lingkungan. Jika itu terus dilakukan, insya Allah, Allah akan mengangkat virus corona dari Kota Medan,” saran Abdullah Syah. “Selain itu ajak masyarakat perbanyak sedekah, sebab sedekah itu dapat menolak bala, “ imbuhnya. (ef/foto:ist)

 

Latest Articles

Comments