10 Hak Orang Tua yang Harus Dipenuhi Anak

Alfatih-media.com-Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban setiap muslim. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk berbakti kepada mereka, seperti memenuhi hak orang tua, menyayangi, dan merawat mereka.

Rasulululah dalam sebuah kesempatan pernah mengatakan bahwa berbuat baik kepada orang tua lebih baik dari pada jihad. Sungguh sangat disayangkan, jika seorang anak yang masih memiliki orang tua yang telah renta tapi justru hal itu tidak bisa menjadi sebab ia masuk surga. Dalam sebuah hadis dikatakan

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال رغم أنف ثم رغم أنف ثم رغم أنف قيل من يا رسول الله قال

من أدرك أبويه عند الكبر أحدهما أو كليهما فلم يدخل الجنة

Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka.” Siapa wahai Rasulullah? “Seseorang yang masih mendapati orang tua yang berusia lanjut, salah satunya atau keduanya tapi itu tidak membuatnya masuk surga.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadis di atas mengandung sebuah pesan bagi semua anak agar senantiasa berbuat baik kepada orang tua dan berkhidmat kepada keduanya, apalgi jika mereka masih hidup di masa tua mereka.

Karena itu Abu Laist Samarqandi menyebutkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin, setidaknya terdapat 10 hak orang tua yang harus dipenuhi oleh anak selama orang tua masih hidup.

Pertama, jika orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk makan dan minum, maka anak wajib menyediakannya.

Kedua, jika orang tua membutuhkan pakaian untuk menutupi aurat tubuhnya atau sekedar melindungi tubuhnya dari cuaca dingin, maka anak wajib memenuhinya.

Ketiga, jika orang tua butuh dilayani karena sudah renta atau tidak mampu melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri, maka anak wajib melayaninya.

Keempat, jika orang tua memanggilnya maka anak wajib menjawabnya dengan baik dan menghampirinya.

Kelima, jika orang tua menyuruh sesuatu hendaknya lakukan perintahnya selama itu untuk kebaikan.

Enam, hendaknya berbicara dengan lembut kepada orang tua, jangan berbicara kasar dan keras yang dapat melukai perasaan mereka.

Tujuh, jangan memanggil orang tua dengan menyebut namanya secara langsung. Panggil dengan panggilan yang mengandung kasih sayang dan penghormatan, seperti ayah dan ibu.

Delapan, hendaknya sang anak berjalan di belakang orang tua serta tidak mendahului mereka.

Sembilan, melakukan sesuatu yang mereka ridhai serta menghindari hal-hal yang membuat mereka murka.

Sepuluh, senantiasa memohonkan ampunan untuk kedua orang tua sebagaimana memohon untuk dirinya sendiri. Wallahu’alam. (sumber:BincangSyariah.Com)

 

Latest Articles

Comments